Popular Posts
Pengikut
Blog Archive
Jumat, 24 April 2015
Dari artikel sebelumnya kita telah menemukan beberapa jenis dari masalah dari ketenagakerjaan yang mampu menjadikan bonus demografi sebagai suatu musibah. Untuk mencegah agar bonus demografi tidak menjadi sebuah musibah, maka kami memiliki beberapa solusi. Solusi ini dengan menjadikan Generasi muda yang dimiliki oleh negeri kita sebagai pemeran utama dalam fenomena bonus demografi. Generasi Muda merupakan generasi penerus bangsa dari suatu negara, generasi pembawa masa depan dari suatu negara. Maka dari itu untuk mencegah musibah dari Bonus Demografi diperlukan peran generasi muda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.
Bagaimana cara mempersiapkan generasi muda kita untuk menghadapi bonus demografi?
Berikut merupakan solusi yang kami miliki :
1. Melalui pendidikan Formal.
Pendidikan formal seorang anak didapatkan di bangku sekolahan. Fenomena yang kita temukan saat ini adalah sebagian besar pendidikan di bangku sekolahan di Indonesia lebih mengutamakan teori-teori dan mengesampingkan praktek. Padahal nyatanya terkadang terdapat suatu situasi yang tidak ditemukan dari teori yang sudah ada namun dialami pada saat praktek. Maka dari itu, untuk mengembangkan kreatifitas seorang anak diperlukan pemberian Praktek yang seimbang dengan pemberian teori. Dan dari pengalaman yang pernah kami alami, praktek dari suatu pelajaran menjadi lebih menarik di banding pelajaran yang secara dominan hanya teori.
Melalui pendidikan formal ini juga dapat menyelipkan pendidikan kecakapan hidup yang biasa kita kenal dengan pendidikan life skill dan pendidikan keterampilan yang mampu menghasilkan barang-barang yang memiliki nilai jual.
2. Melalui pendidikan Non Formal
Pendidikan Non Formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga di luar sekolah atau perguruan tinggi. Lembaga penyelenggara pendidikan Non formal seperti misalnya adalah tempat kursus. Di mana kursus merupakan lembaga pelatihan yang mengajarkan satu jenis keterampilan. Kursus memiliki berbagai macam jenis seperti misalnya kursus komputer, kursus menjahit, kursus bahasa, kursus tata boga, kursus tata rias dan lainnya. Dengan mengikuti pendidikan non formal seperti kursus ini maka generasi muda menjadi memiliki kemampuan khusus yang dapat digunakan sebagai modal untuk membuka lapangan pekerjaan sebagai wirausaha.
3.Melalui Pendidikan Informal
Pendidikan informal merupakan pendidikan yang didapatkan oleh seseorang dari dalam masyarakat terutama dari keluarga. Keluarga merupakan sumber pendidikan yang paling pertama didapat oleh seorang individu. Pendidikan dari dalam masyarakat dapat diperoleh melalui suatu kelompok remaja yang berada di suatu daerah, seperti misalnya di Bali sendiri terdapat sebuah kelompok yang disebut Sekaa Teruna Teruni. Di Bali kelompok ini sebagai wadah untuk berdiskusi dan wadah untuk belajar berorganisasi. Tidak hanya berorganisasi melalui kelompok remaja ini generasi muda juga dapat belajar mengenai keterampilan lainnya bersama-sama sehingga meningkatkan kreatifitas dari generasi muda.
4. Melalui media masa
Selain melalui ketiga jenis pendidikan tersebut media masa juga mampu memberikan pendidikan keterampilan. Misalnya melalui media elektronik seperti Internet dan televisi kita dapat mempersembahkan pendidikan keterampilan seperti misalnya membuat kerajinan tangan yang bernilai jual ataupun pendidikan keterampilan memasak yang bahkan dapat dipersembahkan dengan secara menarik. Jadi, para generasi muda kita tidak hanya dapat menyaksikan tayangan-tayangan sinetron yang cenderung kurang mendidik seperti fenomena yang terjadi belakangan ini.
Jika memiliki berbagai jenis keterampilan maka keterampilan tersebut dapat menjadi sebuah modal untuk masuk ke dunia kerja seperti berwirausaha maupun menjadi pegawai. Jadi, dengan melalui keterampilan itu dapat mencegah terjadinya fenomena dimana Bonus Demografi menjadi sebuah musibah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar