Popular Posts
Pengikut
Blog Archive
Sabtu, 18 April 2015
Sebelum membahas mengenai Bonus Demografi, banyak pertanyaan di benak saya bahkan mungkin terlintas di benak para pembaca "apa yang dimaksud dengan Bonus Demografi?", "Kenapa disebut dengan Bonus Demografi?" "Apa Penyebab adanya Bonus Demografi?" dan "Apa dampak dari Bonus Demografi". Pada artikel ini kami akan menjelaskan mengenai pengertian dari Bonus Demografi.
Bonus Demografi terdiri dari dua kata yang dijadikan satu, yaitu kata Bonus dan kata Demografi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bonus berarti 1.upah tambahan di luar gaji atau upah sebagai hadiah atau perangsang; gaji, upah ekstra yang dibayarkan kepada karyawan; gratifikasi; insentif;2. halaman atau artikel tambahan (pada majalah, koran). Sedangkan Demografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ilmu tentang susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk; ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suatu bangsa dilihat dari sudut sosial politik; ilmu kependudukan; bahasa penyelidikan tentang pelbagai kelompok pemakai bahasa dan variasi bahasa dalam suatu masyarakat bahasa dengan mempergunakan statistik, dan penggolongannya berdasarkan faktor kelas sosial, agama, umur, tempat, pendidikan, dan sebagainya. Menurut beberapa para ahli adalah sebagai berikut :
Bonus Demografi terdiri dari dua kata yang dijadikan satu, yaitu kata Bonus dan kata Demografi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bonus berarti 1.upah tambahan di luar gaji atau upah sebagai hadiah atau perangsang; gaji, upah ekstra yang dibayarkan kepada karyawan; gratifikasi; insentif;2. halaman atau artikel tambahan (pada majalah, koran). Sedangkan Demografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ilmu tentang susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk; ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suatu bangsa dilihat dari sudut sosial politik; ilmu kependudukan; bahasa penyelidikan tentang pelbagai kelompok pemakai bahasa dan variasi bahasa dalam suatu masyarakat bahasa dengan mempergunakan statistik, dan penggolongannya berdasarkan faktor kelas sosial, agama, umur, tempat, pendidikan, dan sebagainya. Menurut beberapa para ahli adalah sebagai berikut :
Menurut Hawthorn
Demografi merupakan ilmu mengenai interaksi tingkat perkembangan dari kelahiran, kematian dan migrasi serta dampak dari perubahan tersebut dan perkembangannya.
Menurut George W. Barclay
Demografi merupakan gambaran menarik dari penduduk yang digambarkan secara statistika, berupa tingkah laku keseluruhan dan bukan tingkah laku perorangan.
Namun untuk kata Bonus Demografi tidaklah dapat diartikan secara terpisah seperti pada arti-arti yang diuraikan sebelumnya. Bonus Demografi merupakan bonus yang dinikmati oleh suatu negara akibat besarnya proporsi penduduk yang berusia produktif ( dengan rentang usia 15-64 tahun). Bonus demografi ini dinikmati oleh suatu negara akibat adanya transisi atau perubahan demografi yang sangat menguntungkan, yaitu saat proporsi penduduk produktif (yang berusia 15-64 tahun) memiliki proporsi terbesar. Perubahan transisi ini dapat terjadi akibat adanya perubahan angka mortalitas dan perubahan angka fertilitas dalam suatu masyarakat.
Perubahan transisi Demografi ini atau yang kita kenal sebagai bonus demografi ini membawakan dampak bagi perekonomian di dalam suatu negara. Dampak yang di bawa tidak hanya dampak yang bersifat namun juga bisa saja membawa dampak buruk bagi suatu negara atau daerah. Dari sinilah saat ini terlintas di benak saya "Bagaimana dampak Bonus Demografi ini?"
Bonus Demografi ini membawa dampak positif namun sekaligus juga membawa dampak negatif bagi suatu daerah. Bonus demografi ini akan berdampak positif apabila dimanfaatkan dengan baik dan sebaliknya akan berdampak negatif jika tidak dimanfaatkan dengan baik.
Mengapa demikian?
Seperti yang kita ketahui Bonus Demografi ini merupakan bonus yang dinikmati oleh suatu negara atau daerah akibat besarnya proporsi penduduk yang berusia produktif. Besarnya proporsi penduduk yang berusia produktif berarti di sini terdapat proporsi penduduk yang berusia cukup untuk menghasilkan. Dengan kata lain karena besarnya proporsi penduduk yang berusia cukup untuk dapat menghasilkan maka jika dimanfaatkan dengan baik seperti misalnya diarahkan dengan diberi pendidikan yang baik maka akan dapat membantu pertumbuhan ekonomi yang baik pula. Hal ini dikarenakan dengan diarahkannya melalui pendidikan yang baik akan menciptakan generasi-generasi yang kreatif sehingga dengan adanya generasi yang kreatif dapat membantu seperti misalnya mebuka lapangan pekerjaan sendiri dan secara tak langsung dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya jika Bonus Demografi ini tidak dimanfaatkan sebaiknya seperti misalnya diabaikan begitu saja maka akan menyebabkan dampak yang negatif seperti misalnya pengangguran, berbagai permasalahan sosial, masalah kesehatan dan tentunya kemiskinan. Hal ini diakibatkan karena Bonus Demografi dimana dengan besarnya jumlah penduduk produktif yang tidak kreatif ini hanya menyebabkan ledakan penduduk yang tak terkendali dan sia-sia.
Perubahan transisi Demografi ini atau yang kita kenal sebagai bonus demografi ini membawakan dampak bagi perekonomian di dalam suatu negara. Dampak yang di bawa tidak hanya dampak yang bersifat namun juga bisa saja membawa dampak buruk bagi suatu negara atau daerah. Dari sinilah saat ini terlintas di benak saya "Bagaimana dampak Bonus Demografi ini?"
Bonus Demografi ini membawa dampak positif namun sekaligus juga membawa dampak negatif bagi suatu daerah. Bonus demografi ini akan berdampak positif apabila dimanfaatkan dengan baik dan sebaliknya akan berdampak negatif jika tidak dimanfaatkan dengan baik.
Mengapa demikian?
Seperti yang kita ketahui Bonus Demografi ini merupakan bonus yang dinikmati oleh suatu negara atau daerah akibat besarnya proporsi penduduk yang berusia produktif. Besarnya proporsi penduduk yang berusia produktif berarti di sini terdapat proporsi penduduk yang berusia cukup untuk menghasilkan. Dengan kata lain karena besarnya proporsi penduduk yang berusia cukup untuk dapat menghasilkan maka jika dimanfaatkan dengan baik seperti misalnya diarahkan dengan diberi pendidikan yang baik maka akan dapat membantu pertumbuhan ekonomi yang baik pula. Hal ini dikarenakan dengan diarahkannya melalui pendidikan yang baik akan menciptakan generasi-generasi yang kreatif sehingga dengan adanya generasi yang kreatif dapat membantu seperti misalnya mebuka lapangan pekerjaan sendiri dan secara tak langsung dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya jika Bonus Demografi ini tidak dimanfaatkan sebaiknya seperti misalnya diabaikan begitu saja maka akan menyebabkan dampak yang negatif seperti misalnya pengangguran, berbagai permasalahan sosial, masalah kesehatan dan tentunya kemiskinan. Hal ini diakibatkan karena Bonus Demografi dimana dengan besarnya jumlah penduduk produktif yang tidak kreatif ini hanya menyebabkan ledakan penduduk yang tak terkendali dan sia-sia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
4 komentar:
artikel yang lumayan menarik..
Lumayan menambah pengetahuan saya ^_^
Semoga bermanfaat :)
Terimakasih komang :)
Posting Komentar